Kamis, 31 Maret 2011

MAAF, SAYA SANTRI BANG...

Suatu hari  ketika liburan pondok, gue berencana untuk maen-maen ke Jakarta. Beruhubung rumah gue deket perbatasan Jakarta Barat - Tangerang, mau gak mau gue harus mampir dulu ke terminal Kalideres. Dengan berpenampilan yang mungkin dibilang cupu (pakai celana bahan, kaos polos, dan sandal semi kulit yang terlihat agak kelimis) gue berangkat ke TKP (terminal). Hehe...Dengan sedikit nekad (karena gak tahu Jakarta sebenarnya) gue akhirnya pun berangkat.

Akhirnya gue naek angkot jurusan Kaliders - Serpong yang bakal singgah di terminal Kalideres. Selama di angkot gue bingung, mikirin kira-kira nanti gimana di jalan ya. Fuuh, gak sampai 10 menit, akhirnya gue sampe juga di terminal. Nah, di sana gue bingung mau naek bis apa ya? Waduuh, celingak-celinguk, akhirnya gue naek bis, entah bis itu ke arah mana. Hehe

Di dalam bis itu gue duduk di kursi paling belakang masih sendiri belum ada penumpang laennya. Sambil duduk santai dan liat-liat keluar, tiba-tiba ada penjaja koran menghampiri gue. Dia nawarin majalah ke gue.

"De, mau beli majalah gak?" tanya abang tukang koran.
"Gak bang, makasih." sambil senyum menjawab tawaran.
"Murah kok, beli aja ya." menawarkan untuk kedua kalinya.
"Gak bang, terimakasih." tegas gue.

Setelah itu, dia memperlihatkan apa isi majalah itu ke gue. Ternyata itu blue-magazine. Damn...!!! Gue kaget. Deg-degan.

"Mau beli gak lo? Awas lo gak beli." paksa abang tukang koran.
"Bang, maaf. Saya gak mau beli." dengan sedikit ketakutan gue ngejawab.
"Ayo dong beli." lebih memaksa lagi.

Nah, setelah itu. Gue kepikiran sesuatu untuk cari jalan keluarnya. Taraaaaaaaam. Dengan sedikit sok pede gue bilang ke dia:

"Maaf bang, saya santri." dengan simpel gue jawab.
"Oh. Maaf ya maaf. Sekali lagi, maaf ya." dia meminta maaf.

Hihihihihihi...ternyata jurus yang cukup jetu yee..Setelah gue ngomong kaya gitu, akhirnya dia pun turun dari bis. Fuuuh..selameeet..selameet. ALHAMDULILLAH.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar