Aku berjalan pada ladang
menuju jalan-Nya.
Kabut tebal keburukan menyelimuti.
jarak pandang tak lagi
mampu menyibak kebenaran
yang berada di sana.
Aku hanya bermodal lilin iman,
yang apinya berpendar dengan malu,
yang tubuhnya leleh, mati menunggu waktu.
Jalanku masih panjang.
Kabut kian tebal menggulung suasana sekitar.
Tubuh lilin semakin lumer,
apinya pun tak mampu lagi bertahan.
Kau tahu aku menuju jalan-Mu.
Sudikah kiranya,
kau bekali aku dengan lilin besar,
yang apinya terus menyala menerangi sekitar
bahkan dalam hatiku.
Biarkan ku sibak
kabut tebal keburukan itu
dengan cahaya api lilin iman
yang tak lagi malu untuk bersinar.
Ketika ku sampai di tempat-Mu,
aku sangat yakin
bahwa
takkan ada lagi kabut tebal itu.
Sehingga, ku kan abadi ditempat-Mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar