Tampilkan postingan dengan label FAMILY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FAMILY. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juni 2011

IBU [2]

Ibu...

Ketika pertama kali aku bisa melihat,
yang aku lihat pertama kalipun dirimu.
Dengan senyummu yang hangat, wajahmu
yang cantik, kau buai aku dengan manja.
Oh, betapa senang hatiku ^_^

Ibu...

Ketika pertama kali aku bisa bicara,
kau ajarkan aku kata "mama", dan
akupun berusaha ikut menutur dengan
keterbatahanku, tak ragu ku sebut namamu,
"ma..ma, ma..ma, ma..ma".
Oh, indah dan lucunya saat itu ^_^

Ibu...

Ketika pertama kali aku bisa merangkak,
aku memang tidak bisa diam, merangkak
ke sana dan ke mari dan kau lihat aku
sambil tertawa ceria (mungkin aku lucu).
Dan akupun tersenyum melihat tawamu.
Oh, bahagianya aku ^_^

Ibu...

Ketika pertama kali aku bisa berjalan,
satu, dua, tiga langkah, aku terjatuh.
Kau yang berdiri di depanku lalu kau
menyongsongkan kedua tanganmu
untuk menyambutku dengan senyummu.
Dengan langkah gontai akhirnya akupun
berhasil memegang tanganmu dan kau
peluk diriku erat lalu kau tersenyum bahagia.
Oh, betapa baghagianya aku bisa berjalan ^_^

Ibu...

Semua kebisaan yang ku lakukan,
kaulah pertama kali yang ajarkanku,
kau yang menuntun sehingga aku
mulai mampu melakukan apa yang
dilakukan oleh kebanyakan orang.

Terimakasih Ibu.

LOVE YOU SO MUCH.

Senin, 04 April 2011

IBU (1)

Ibu...

Ketika aku berada dalam kandungan,
kau berkata bahwa aku sering kali
menendang perutmu sehingga kau
merasa sakit dan bahkan tak tertahankan.
Namun, apakah kau marah pada saat itu?
Tidak, kau berkata. Walaupun sering kali
kau menendang-nendang perutku,
tak sedikitpun ibu merasa marah kepadamu.
Kau bilang padaku untuk sabar menunggu
sampai waktu yang tepat untuk kau keluar
dari rahim ibu yang penuh kasih Tuhan itu
dan setelah itu kau akan menatap indah dunia
dengan tuntunan kasih sayangku.

Ibu...

Kau bilang bahwa pada saat aku ingin keluar
dari rahimmu, kau berjuang sangat keras;
sampai kau pertaruhkan nyawamu demi
kehadiranku di dunia ini. Kau mengerang,
menjerit dan kau tak tahu apakah kau akan
bertahan hidup ataukah sebaliknya, mati.

Eaa..eaa..eaa..
Akupun keluar dengan selamat dari ruang gelap itu.
Syukur alhamdulillah kau pun selamat antara hidup dan mati.
Kau sandingkan aku disampingmu.
Kau bilang bahwa kau sangat senang dengan kehadiranku
sebagai anggota keluarga baru dan orang-orang disekelilingpun
menyambutku dengan penuh suka cita, senyum bahagia.

Ibu...

Oh, betapa senangnya diriku bisa berbaring disampingmu saat itu.
Kau elus aku dengan cintamu. Kau kecup aku dengan penuh
kehangatan kasih sayang yang Tuhan titipkan kepadamu.
Betapa tulus kasih sayang kau berikan kepadaku.
Aku mencintaimu,,Ibu..