Ketika aku berada dalam kandungan,
kau berkata bahwa aku sering kali
menendang perutmu sehingga kau
merasa sakit dan bahkan tak tertahankan.
Namun, apakah kau marah pada saat itu?
Tidak, kau berkata. Walaupun sering kali
kau menendang-nendang perutku,
tak sedikitpun ibu merasa marah kepadamu.
Kau bilang padaku untuk sabar menunggusampai waktu yang tepat untuk kau keluar
dari rahim ibu yang penuh kasih Tuhan itu
dan setelah itu kau akan menatap indah dunia
dengan tuntunan kasih sayangku.
Ibu...
Kau bilang bahwa pada saat aku ingin keluar
dari rahimmu, kau berjuang sangat keras;
sampai kau pertaruhkan nyawamu demi
kehadiranku di dunia ini. Kau mengerang,
menjerit dan kau tak tahu apakah kau akan
bertahan hidup ataukah sebaliknya, mati.
Eaa..eaa..eaa..
Akupun keluar dengan selamat dari ruang gelap itu.
Syukur alhamdulillah kau pun selamat antara hidup dan mati.
Kau sandingkan aku disampingmu.
Kau bilang bahwa kau sangat senang dengan kehadiranku
sebagai anggota keluarga baru dan orang-orang disekelilingpun
menyambutku dengan penuh suka cita, senyum bahagia.
Ibu...
Oh, betapa senangnya diriku bisa berbaring disampingmu saat itu.
Kau elus aku dengan cintamu. Kau kecup aku dengan penuh
kehangatan kasih sayang yang Tuhan titipkan kepadamu.
Betapa tulus kasih sayang kau berikan kepadaku.
Aku mencintaimu,,Ibu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar