Jangan kau simpan terus duri kedengkian.
Ia akan menusuk-nusuk hatimu yang baik,
hingga menjadi lubang-lubang bibit dari
ketidak bajikan penyebab derita yang tak henti.
Ikhlaskanlah hatimu yang dahaga
akan kebaikan menerimanya.
Mengapa selalu melulu kau mengelak?
Bukankah hatimu sebenarnya menggerutu?
Kau rindu kebaikan itu.
Persilahkan ia masuk.
Damailah kau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar