Lagi, berkelit dengan Pak Polisi. Kali ini dengan cerita yang sedikit berbeda.
Malam itu gua berencana untuk pergi ke rumah ncang gua. Posisi rumah gua dan mereka emang nggak terlalu jauh tapi harus nyebrang jalan raya yang cukup ramai dan lebar. Kira - kira pukul 20:00 WIB gua berangkat ke sana. Dengan kebiasaan yang kurang baik, tanpa helm, gua berangkat. Jalan raya pertama udah gua sebrangin tinggal 1 jalan raya lagi. Setelah nunggu cukup lama akhirnya gua bisa nyebrang juga.
Dengan santai gua ngendaraain motor dan tiba - tiba sosok bertubuh tegap dengan dada bidang dan seragam coklat berdiri di depan dengan gagahnya. Dengan mengayunkan tangan ke kiri, isyarat menyuruh gua untuk menepi ke jalan, akhirnya guapun ngikutin untuk menepi.
"Selamat malam, Pak." polisi itu menyapa.
"Iya, selamat malam, Pak." jawab gua dengan singkat.
"Tolong SIM dan STNK-nya ditunjukkan." lanjut polisi.
"Baik, Pak. Ini SIM dan STNK-nya." sambil membuka dompet dan mengeluarkan yang diminta polisi.
"Kenapa tidak pakai helm, Pak?" polisi bertanya.
"Iya, Pak. Maaf. Saya cuma mau pergi ke tempat yang deket kok, Pak. Jadi, saya pikir gak usah pakai helm." jawab gua.
"Bapak kan melewati jalan raya dan kawasan wajib helm. Jadi bapak harus taati dong aturan yang ada." tegur polisi itu.
"Iya, Pak. Sekali lagi saya mohon maaf." dengan sedikit melas.
"Ya sudah, karena bapak melanggar, tidak pakai helm, SIM-nya saya tahan ya, Pak." kata pilisi tersebut.
"Ya sudah, Pak. Tidak apa-apa." jawab gua dengan sedikit berharap polisi berubah pikiran.
"Ya sudah. Bapak silahkan jalan." tambah polisi itu.
Setelah itu, guapun segera menghidupkan motor untuk melanjutkan perjalanan. Tidak lama kemudian setelah gua memacu motor gua kira-kira baru 2 meter, polisi itu manggil gua.
"Pak, sini." panggil polisi itu. Guapun langsung putar arah untuk menghampiri polisi tersebut.
"Ya, ada apa, Pak?" tanya gua (bertanya-tanya kok dia panggil gua lagi, apa ada yang salah lagi ya).
"Bapak ini bagaimana, mau pergi gitu aja. SIM-nya kan masih sama saya. Memangnya bapak bisa pergi kemana-mana tanpa SIM?" tambah polisi itu.
Gua semakin bingung, kok malah dibalikin lagi SIM gua. Bukannya tadi katanya mau ditahan. Hmmmhf, yudah lah tanpa pikir panjang lagi,
"Oiya, Pak. Saya lupa." jawab gua sambil sedikit tersenyum.
"Ini. Jangan lupa lagi ya." tambah polisi itu.
Setelah itu, gua ngakak dalem hati. Sambil ngomong dalem hati,"Ini yang bego, gua apa polisinya ya, hahahahaha".
Breeeeeeeemmmmm....gua tancep gas, ngejauh dari polisi itu. SELAMEEEET. Hahahaha.
Thank you, Pak polisi. Bapak bae banget deh. Jehahaha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar