Rabu, 30 Maret 2011

ANDAI KAU DI SINI, RASUL..

Ya Rasul…

Betapa agungnya kau dimata umatmu.
Betapa mulianya kau di langit dan di bumi.
Sebelum ALLAH menciptkan manusia
yang pertama, nur-mu sudah diciptakan.
Itulah yang menentukan kau adalah
kekasih ALLAH bagi seluruh umat.

Ya Rasul…

Tingginya budi pekertimu adalah
contoh bagi umatmu saat ini.
Indahnya segala jasa-jasamu,
takkan pernah terbalas oleh kami,
umat-umat setelah dirimu.
Sejuknya akhlakmu mendatangkan
jiwa kami pada kerinduan dirimu.

Ya Rasul…

Jika kau pernah berkata bahwa
umatmu akan terpecah menjadi
beberapa aliran, apakah kami
termasuk pada aliran yang selaras
dengan apa yang kau jalankan?
Apakah kami termasuk yang akan
mendapatkan syafaatmu?

Ya Rasul…

Betapa malang jiwa ini jika
tak mendapatkan syafaat darimu.
Betapa hina diri ini jika tak termasuk
dalam golongan orang-orang yang
kau pilih diakhir nanti.

Ya Rasul…

Jika saat ini banyak golongan
yang mengaku mereka adalah
golongan terbaik apakah benar
itu adanya? Mengapa mereka
bisa berkata seperti itu? Bukankah
selama pegangan kami Al-Qur’an
dan Hadits kami takkan pernah tersesat?
Bukan itu yang pernah kau katakan?
Lalu, mengapa diantara kami masih ada
Yang mengaku bahwa mereka adalah
Yang lebih baik dari yang lain, padahal
pedoman kami sama; Al-Quran dan Haidts?

Ya Rasul…

Andai kau masih berdiri tegak nan anggun,
betapa ingin diri ini menyapa dalam hangat.
Andai kau masih tetap duduk simpuh
dihadapan Tuhanmu, betapa ingin diri ini
selalu berada di sampingmu.
Andai kata petuahmu dapat kami dengar
langsung dari lidah bijakmu, takkan ada
lagi yang mangaku, aku dan kami lebih baik.

Ya Rasul…

Kami berharap agar syafatmu menyapa
kami diakhir nanti. Kami rindu akan dirimu,
kami rindu berada dibarisan umatmu tercinta,
kami rindu berada pada barisan-barisan surga.
Kaulah bulan bagi umatmu.
Kaulah matahari bagi umatmu.
Kaulah cahaya di atas cahaya.
Kaulah penerang bagi setiap
jiwa-jiwa yang rindu akan dirimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar