Wahai Saudaraku..
Bukankah kita bersaudara?
Bukankah saudara adalah tempat
kita berbagi kasih sayang?
Bukankah kita seharusnya saling
mengerti satu sama lain?
Bukankah kita seharusnya membangun
bukan menjatuhkan satu sama lain?
Bukankah kita seharusnya saling
mengasihi bukan saling mencaci?
Wahai Saudaraku..
Kita adalah satu kesatuan, laksana
sebuah gedung yang akan dibangun.
Jika satu komponen gedung itu
rusak atau tak berfungsi, akankah
gedung itu berdiri kokoh dan gagah?
Wahai Saudaraku..
Memang terkadang dalam persaudaraan
yang kita jalin terkadang muncul
percikan api yang akan membakar sumbu
silaturrahmi dan akhirnya meledakkan
gedung persaudaraan yang kita bangun.
Lalu, apakah itu yang sebenarnya
yang kita inginkan dan harapkan?
Kita yakin bukan itu yang kita inginkan, bukan?
Jika percikan api itu sudah mulai menyulut,
segeralah kita padamkan, agar sumbu
silaturrahmi tidak terbakar habis dan
gedung persaudaraan yang kita bangun
dapat berdiri kokoh nan anggun terlihat.
Indah bukan? Lalu apalagi yang kita tunggu?
Wahai Saudaraku..
Alangkah indahnya jika gedung persaudaraan
yang kita bangun selama ini dihuni oleh
kasih sayang, kesabaran, pengertian,
senyum hangat, dan canda tawa.
Marilah kita mulai untuk memeluk dengan
penuh kehangatan kasih sayang,
berjabat tangan dengan penuh kepercayaan,
senyum manis dengan penuh ketulusan,
canda tawa dengan penuh keindahan, dan
tutur kata dengan penuh kelembutan.
Semoga kita dapat membangun gedung
persaudaraan yang kita rindukan dan
kita idamkan satu satu sama lain.
Kita adalah saudara. Love You All.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar