5 menit untuk shalat setiap 5 waktu dari 24 jam, sedikit bukan?
1000 untuk amal dari 1juta yang kita dapat, sedikit bukan?
1 kata untuk jujur lebih baik dari 100 alasan "pembenaran", bukan?
Tetapi, mengapa sering kali kita keberatan
untuk melaksanakan yang kecil untuk sesuatau yang abadi?
Ya ALLAH,
Ingatkan kami dikala lupa.
Tegur kami dikala salah.
Tetapkan hati kami untuk selalu ada di jalan-Mu.
Tampilkan postingan dengan label MUSING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSING. Tampilkan semua postingan
Kamis, 31 Maret 2011
KAU ITU KUAT
Kelembutan hatimu..
Kehangatan jiwamu..
Akan menjadikanmu
pribadi yang kuat..
Jika dengan melakukan itu
kau dikatakan lemah,
maka sebenarnya,
yang mengatakan kau lemahlah
yang sebenarnya lemah.
Pribadi yang hatinya kuat,
akan berusaha menguatkan
dirinya, orang lain, dan sekitarnya.
Kehangatan jiwamu..
Akan menjadikanmu
pribadi yang kuat..
Jika dengan melakukan itu
kau dikatakan lemah,
maka sebenarnya,
yang mengatakan kau lemahlah
yang sebenarnya lemah.
Pribadi yang hatinya kuat,
akan berusaha menguatkan
dirinya, orang lain, dan sekitarnya.
MENGELUH, SEBENTAR SAJA YAA
Hidup itu bukan untuk dikeluhkan
atau hanya diratapi.
Hidup itu harus dijalani,
bahkan dinikmati.
Mengeluhkan kekurangan diri
hanya akan memperkerdil
pemikiran kita tentang diri kita.
Sadarilah, Dia menciptakan kita
memiliki maksud dan tujuan
yang tak mungkin
untuk hal yang merugikan.
Semangatilah penciptaan
kita ini dengan usaha
menjadi yang terbaik bagi diri kita,
orang lain, sekitar, dan yang pasti
bagi Tuhan.
atau hanya diratapi.
Hidup itu harus dijalani,
bahkan dinikmati.
Mengeluhkan kekurangan diri
hanya akan memperkerdil
pemikiran kita tentang diri kita.
Sadarilah, Dia menciptakan kita
memiliki maksud dan tujuan
yang tak mungkin
untuk hal yang merugikan.
Semangatilah penciptaan
kita ini dengan usaha
menjadi yang terbaik bagi diri kita,
orang lain, sekitar, dan yang pasti
bagi Tuhan.
TUJUAN BAIK, CARA BAIK
Dalam peliknya suasana bangsa,
marilah kita doakan mereka,
yang berjuang demi tegaknya
panji-panji kebaikkan agar
mereka diberi kekuatan dan
ketabahan dalam tugasnya.
Bagi mereka yang merindukan
tegaknya kebaikkan,
yakinlah bahwa
siapapun dan apapun yang
berada pada track-NYA akan
selalu disayangi-NYA.
Tujuan yang baik tidak akan
tercapai dengan restu-NYA
bila dijalani dengan cara
yang TIDAK BAIK.
marilah kita doakan mereka,
yang berjuang demi tegaknya
panji-panji kebaikkan agar
mereka diberi kekuatan dan
ketabahan dalam tugasnya.
Bagi mereka yang merindukan
tegaknya kebaikkan,
yakinlah bahwa
siapapun dan apapun yang
berada pada track-NYA akan
selalu disayangi-NYA.
Tujuan yang baik tidak akan
tercapai dengan restu-NYA
bila dijalani dengan cara
yang TIDAK BAIK.
Rabu, 30 Maret 2011
TAK ADA YANG SIA-SIA
Mungkin diantara kita pernah
ada yang berkata bahwa
apa yang kita lakukan sia-sia.
Namun, yakinilah bahwa tidak
ada satupun perbuatan kita yang
sia-sia apalagi perbuatan baik.
Perbuatan baik kita yang belum
terwujud pasti akan terwujud
namun kita butuh kesabaran.
Yakinlah, bahwa apa yang kita
lakukan apalagi dalam kebaikan
pasti Tuhan membalasnya. Amin.
ada yang berkata bahwa
apa yang kita lakukan sia-sia.
Namun, yakinilah bahwa tidak
ada satupun perbuatan kita yang
sia-sia apalagi perbuatan baik.
Perbuatan baik kita yang belum
terwujud pasti akan terwujud
namun kita butuh kesabaran.
Yakinlah, bahwa apa yang kita
lakukan apalagi dalam kebaikan
pasti Tuhan membalasnya. Amin.
TAMPARAN HIDUP
Kau yang sering tertampar oleh
kehidupan mungkin akhirnya merasa
terdampar bak berada di dunia
antah brantah. Kau tak tahu mau
kemana dan harus berbuat apa.
Orang yang disayang oleh Tuhan
adalah orang mendapat ujian dariNya
karena Dia tahu kita mampu dan akan
tumbuh menjadi pengendali hidup kita.
Tak ada pilihan lain dari nadirnya keterpurkan
selain BANGKIT, jadi yang lebih baik.
Sebarkan wangimu,tebarkan mekarmu.
kehidupan mungkin akhirnya merasa
terdampar bak berada di dunia
antah brantah. Kau tak tahu mau
kemana dan harus berbuat apa.
Orang yang disayang oleh Tuhan
adalah orang mendapat ujian dariNya
karena Dia tahu kita mampu dan akan
tumbuh menjadi pengendali hidup kita.
Tak ada pilihan lain dari nadirnya keterpurkan
selain BANGKIT, jadi yang lebih baik.
Sebarkan wangimu,tebarkan mekarmu.
KEDENGKIAN
Kedengkian itu adalah virus.
Jika kita membiarkannya
tumbuh dalam diri kita,
ia akan menggerogoti jiwa kita
yang baik sedikit demi sedikit.
Perangilah ia dengan kebaikan
yang masih tersisa dalam jiwa.
Jangan biarkan ia tumbuh besar
dan menggantikan peran jiwa
kita yang baik.
Jika kita masih memeliharanya,
tanyalah pada diri kita,
"Apakah diri ini sudi membiarkan
ia tumbuh dalam diri??
Jika kita membiarkannya
tumbuh dalam diri kita,
ia akan menggerogoti jiwa kita
yang baik sedikit demi sedikit.
Perangilah ia dengan kebaikan
yang masih tersisa dalam jiwa.
Jangan biarkan ia tumbuh besar
dan menggantikan peran jiwa
kita yang baik.
Jika kita masih memeliharanya,
tanyalah pada diri kita,
"Apakah diri ini sudi membiarkan
ia tumbuh dalam diri??
KAU YANG INDAH
Duhai kau yang indah.
Kau terlihat indah dengan kecantikanmu,
Kau terlihat indah dengan ketampananmu,
Kau terlihat indah dengan bahan yang
menghiasi tubuhmu,hiasan yang
menghiasi bagian-bagian tubuhmu.
Duhai kau yang indah.
Akan jauh lebih indah jika kau
perindah tutur sapamu, bahasa tubuhmu,
dan segala tindak tandukmu.
Dengan itu semua, kau bukan hanya
bukan sekedar indah, namun dapat
mengindahkan sekelilingmu.
Kau terlihat indah dengan kecantikanmu,
Kau terlihat indah dengan ketampananmu,
Kau terlihat indah dengan bahan yang
menghiasi tubuhmu,hiasan yang
menghiasi bagian-bagian tubuhmu.
Duhai kau yang indah.
Akan jauh lebih indah jika kau
perindah tutur sapamu, bahasa tubuhmu,
dan segala tindak tandukmu.
Dengan itu semua, kau bukan hanya
bukan sekedar indah, namun dapat
mengindahkan sekelilingmu.
INDAHKAN PENAMPILAN
Penampilanmu adalah salah satu cara
bagaimana kau menghargai orang lain.
Ketika kau berpenampilan kurang baik,
mungkin kau berfikir bahwa yang paling
penting adalah hatiku.
Namun, ketika kau berpenampilan baik
kau telah menghargai orang yang kau kunjungi.
Tuhan menyukai keindahan. Berlakulah indah,
dan semoga kita menjadi pribadi yang disukai
Tuhan. Amin.
bagaimana kau menghargai orang lain.
Ketika kau berpenampilan kurang baik,
mungkin kau berfikir bahwa yang paling
penting adalah hatiku.
Namun, ketika kau berpenampilan baik
kau telah menghargai orang yang kau kunjungi.
Tuhan menyukai keindahan. Berlakulah indah,
dan semoga kita menjadi pribadi yang disukai
Tuhan. Amin.
SEKOLAH KITA
Tuhan telah mengirim kita ke dunia
sama halnya seperti orang tua yang
mengirim anaknya ke sekolah.
Sekolah kita adalah dunia ini, alam.
Tuhan meyediakan segalanya kepada kita.
Ambillah segala apa-apa yang baik untuk
kehidupan kita dan guntinglah apa-apa
yang buruk bagi kita dengan gunting
kebijakan ilmu yang kita dapat.
Simpanlah segala yang baik tadi karena
itu akan kita bawa menghadap-Nya
suatu hari nanti.
sama halnya seperti orang tua yang
mengirim anaknya ke sekolah.
Sekolah kita adalah dunia ini, alam.
Tuhan meyediakan segalanya kepada kita.
Ambillah segala apa-apa yang baik untuk
kehidupan kita dan guntinglah apa-apa
yang buruk bagi kita dengan gunting
kebijakan ilmu yang kita dapat.
Simpanlah segala yang baik tadi karena
itu akan kita bawa menghadap-Nya
suatu hari nanti.
CERMIN HATI
Janganlah kita berkaca pada kaca yang berdebu
(hati kotor) karena kaca tersebut tidak akan
menampakkan bagaimana kita sebenarnya.
Berkacalah pada kaca yang bersih hati yang bersih
yang akan menunjukkan kita yang sebenarnya
dan yang apa adanya.
Dari situ kita bisa lihat apakah yang
kurang pada diri kita. Perbaikilah segala
kekurangan kita, pertahankan apa-apa
yang baik yang sudah ada.
(hati kotor) karena kaca tersebut tidak akan
menampakkan bagaimana kita sebenarnya.
Berkacalah pada kaca yang bersih hati yang bersih
yang akan menunjukkan kita yang sebenarnya
dan yang apa adanya.
Dari situ kita bisa lihat apakah yang
kurang pada diri kita. Perbaikilah segala
kekurangan kita, pertahankan apa-apa
yang baik yang sudah ada.
SABAR PENDAMAI HATI
Kau yang sabar, sudahkah kau merasakan
betapa manisnya buah kesabaran?
Pahit terasa ketika menjalankannya, namun
tak ada yang bisa memungkiri bahwa indah
datangnya setelah kita jalani.
Kau yang kurang sabar, sudahkah kau
merasakan pahitnya hasil ketidak sabaran?
Betapa pahit,kita dituntut untuk menyulut
api emosi yang seharusnya kita tidak nyalakan.
Sehingga,seringkali menyesal pada akhirnya.
Sabar, pendamai hati.
betapa manisnya buah kesabaran?
Pahit terasa ketika menjalankannya, namun
tak ada yang bisa memungkiri bahwa indah
datangnya setelah kita jalani.
Kau yang kurang sabar, sudahkah kau
merasakan pahitnya hasil ketidak sabaran?
Betapa pahit,kita dituntut untuk menyulut
api emosi yang seharusnya kita tidak nyalakan.
Sehingga,seringkali menyesal pada akhirnya.
Sabar, pendamai hati.
DAMAILAH DENGAN KEBAIKAN
Jangan kau simpan terus duri kedengkian.
Ia akan menusuk-nusuk hatimu yang baik,
hingga menjadi lubang-lubang bibit dari
ketidak bajikan penyebab derita yang tak henti.
Ikhlaskanlah hatimu yang dahaga
akan kebaikan menerimanya.
Mengapa selalu melulu kau mengelak?
Bukankah hatimu sebenarnya menggerutu?
Kau rindu kebaikan itu.
Persilahkan ia masuk.
Damailah kau.
Ia akan menusuk-nusuk hatimu yang baik,
hingga menjadi lubang-lubang bibit dari
ketidak bajikan penyebab derita yang tak henti.
Ikhlaskanlah hatimu yang dahaga
akan kebaikan menerimanya.
Mengapa selalu melulu kau mengelak?
Bukankah hatimu sebenarnya menggerutu?
Kau rindu kebaikan itu.
Persilahkan ia masuk.
Damailah kau.
TEMPATMU YANG KU TUJU
Aku berjalan pada ladang
menuju jalan-Nya.
Kabut tebal keburukan menyelimuti.
jarak pandang tak lagi
mampu menyibak kebenaran
yang berada di sana.
Aku hanya bermodal lilin iman,
yang apinya berpendar dengan malu,
yang tubuhnya leleh, mati menunggu waktu.
Jalanku masih panjang.
Kabut kian tebal menggulung suasana sekitar.
Tubuh lilin semakin lumer,
apinya pun tak mampu lagi bertahan.
Kau tahu aku menuju jalan-Mu.
Sudikah kiranya,
kau bekali aku dengan lilin besar,
yang apinya terus menyala menerangi sekitar
bahkan dalam hatiku.
Biarkan ku sibak
kabut tebal keburukan itu
dengan cahaya api lilin iman
yang tak lagi malu untuk bersinar.
Ketika ku sampai di tempat-Mu,
aku sangat yakin
bahwa
takkan ada lagi kabut tebal itu.
Sehingga, ku kan abadi ditempat-Mu.
MAU MEMIMPIN,ENGGAN DIPIMPIN
Carut marut tanah air ini
seakan enggan menunjukkan
untuk menjadi negara yang tangguh.
Hingar bingar setiap kasus
membuat tanah air ini
terlihat semakin tak terurus.
Kusut, itulah yang pantas untuk
julukan tanah air yang sedang
jatuh terpuruk. Bagai benang terulur
yang berserakan, Sang Pemintalpun
sudah enggan merajut lagi dengannya.
Keadaan ini, sontak membuat
para dedemit politik melihat celah
untuk bisa masuk kedalam lubang jarum
yang sebenarnya terlihat sempit.
Sang Pemimpin dijadikan objek utama
yang dihubungkan dalam setiap potongan
benang kusut, ruwet tak bersahabat.
Para dedemit politikpun bergeming
dihadapan manusia yang sejatinya
memiliki otak yang masih normal.
Mereka berteriak lantang,
untuk apa memimpin jika tak becus,
seperti mercon tak mampu ledakkan petasan.
Tidak satu,dua, atau tiga dari mereka.
Banyak. Mereka merasa lebih pantas
untuk posisi nomor satu di tanah air ini.
Heeh..(sinis)
Ingin menjadi pemimpin??
Lihat saja cara yang digunakan,
menjatuhkan lawan demi sebuah jabatan.
Merasa sangat mampu, namun belum tentu.
Itukah cermin pemimpin bangsa yang katanya kaya?
Itukah cermin pemimpin bangsa yang katanya bersahaja?
Itukah cermin pemimpin bangsa yang katanya makmur?
Pantas saja tanah air ini semakin kusut.
Para calon pemimpin, ambisius untuk memimpin,
namun, enggan untuk dipimpin.
Siapkah sebenarnya mereka memimpin?
Sudikah mereka dipimpin?
Bukankah layaknya seorang pemimipin itu
SIAP MEMIMPIN dengan penuh totalitas,
mendengarkan opini sesama, bermusyawarah
pecahkan masalah, dan sanggup terima kritikan.
SIAP DIPIMPIN jika menerima kekalahan
secara kualitas maupun kuantitas. Ikhlas dipimpin
oleh dia yang dinilai lebih pantas.
Hemmh...
Inilah cermin tanah air kita saat ini.
MAU MEMIMPIN, tapi ENGGAN DIPIMPIN.
Semoga suatu saat bisa menjadi
SIAP MEMIMPIN dan SIAP DIPIMPIN.
KASIHMU, AKU
Ya Rab..
Maafkan aku yang menaruh kitab-Mu
di tempat yang rapih namun
hanya sesekali aku membacanya
apalagi mengkaji kandungannya.
Berfikir bahwa lembaran-lembaran
tertulis saat ini telah menyilaukan
mataku dan seakan-akan menutup
mataku dengan lembaran-lembaran itu
sampai aku lupa bahwa kitab-Mulah
tuntuan ku yang sebenarnya.
Ya Rab..
Maafkan aku yang masih silau
dengan gemerlap indahnya
sajian surga duniawi yang
pada akhirnya membuatku
terpaku dan seakan berpaling
dari surga-Mu yang hakiki.
Padahal, aku tahu bahwa
surga yang Kau janjikan
adalah yang ku dambakan
sebagai rumah terakhirku.
Aku tahu bahwa aku harus
menyicil untuk rumahku yang
akan ku bangun disurga nanti
dengan kebajikan-kebajikan
di rumahku sementara,dunia.
Ya Rab..
Maafkan aku jika aku sering kali
mengabaikan kasih sayang-Mu dan
acapkali melayani kasih sayang
yang hanya bersifat sementara
dan seringkali menyiksa batinku.
Walau begitu, aku masih saja
selalu buta akan hal itu.
Seringkali aku buta, semakin aku
ingin mencari yang seakan-akan
tak menyayat hatiku lagi.
Ya Rab..
Aku RINDU akan kasih sayang-Mu.
Buatlah hatiku peka akan tanda-tanda
kasih sayang yang kau berikan padaku.
Aku HAUS akan nikmat-Mu.
Permudahlah aku dalam mensyukuri
segala nikmat-Mu yang kau berikan.
Aku HARAP selalu petunjuk-Mu.
Kuatkan imanku untuk mengarungi
gemerlapnya sinar duniawi yang
selalu menyilaukan mataku.
Ya Rab..
Kaulah Sang Maha.
Kaulah Sang Penguasa.
Kaulah Sang Raja.
Kau berhak atas diriku seutuhnya.
Ijinkan aku untuk selalu di dekat-Mu.
Agar aku selalu mersakan manja-Mu
setiap waktu ku butuhkan itu dari-Mu.
IKHLASKAN MELIHAT YANG LEBIH BAIK
Ya Rab..
Dunia fana yang kami huni ini
berisikan para khalifah yang
beragam jenis rupa dan wujud.
Ada dia yang sedang mencoba,
ada dia yang berhasil, dan
ada dia yang selalu gagal.
Banyak dari kami yang saat ini
sedang terus mencoba menjadi
yang berhasil baik dilingkar bumi
yang bundar maupun tujuan akhir
yang benar-benar kekal.
Banyak dari kamipun yang berhasil
dan kami tahu, mereka tidak
berhasil dengan sekejap mata
dan membalikkan telapak tangan.
Mereka lakukan itu dengan cucuran
keringat,jeripayah, dan deru cobaan.
Namun, tak sedikit pula dari kami
yang selalu gagal dalam mencoba
apalagi mencapai keberhasilan.
Apakah ini garis takdir yang telah
kau tentukan bagi mereka yang
selalu melulu gagal dalam pencapain?
Ya Rab..
Peganglah hati kami yang telah berhasil
dalam pencapain menuju keberhasilan.
Jagalah kami agar tidak cepat puas lalu
larut dalam kecongkakan yang memabukkan.
Jadikanlah kami orang-orang yang selalu
bersyukur akan segala pencapaian kami.
Bantu dan bimbinglah kami yang
selalu terus mencoba mencapai
keberhasilan yang kami inginkan
tanpa harus menafyikan segala
nikmat atau cobaan yang kau berikan.
Tabahkan kami yang selalu gagal
dalam pencapaian keberhasilan,
dan berikan kami kekuatan yang lebih
dari kekuatan yang kami miliki sebelumnya.
Kami yakin, Kau takkan memberikan cobaan
yang tak setimpal dengan kemampuan kami.
Ya Rab..
Tidak sedikit dari kami yang terkadang
iri melihat keberhasilan saudara kami.
Berbagai cara terkadang kami lakukan
untuk tidak megakui atau bahkan
menjatuhkan saudara kami yang berhasil.
Bukankah seharusnya kami ikhlas dengan
keberhasilan yang dicapainya dan
merayakan keberhasilan saudara kami
dengan menyelamatinya?
Dan bukankah lebih baik lagi jika kami
ikhlas menjadikan cara-caranya yang
baik untuk kami jadikan sebagai jalan
kami mencapai keberhasilan kami?
Ya Rab..
Indah fenomena hidup yang Kau
sajikan dihadapan kami semua.
Ada yang kau jadikan mereka berhasil
agar yang sedang mencoba terus berusaha
dalam pencapaian keerhasilannya dan yang
gagal supaya tidak meratapi kegagalannya
lalu larut dalam keterputus asaan semu.
Kau jadikan beberapa dari kami berhasil adalah
sebagai alat untuk membuat dan meyakinkan
bahwa hidup yang kami jalani memang berupa
fase-fase yang membutuhkan pertumbuhan
yang pada akhirnya kami semua yakin bahwa
segala hasil yang kami dapat atas usaha kami
adalah yang terbaik buat kami.
Ya Rab..
Mengikhlaskan keberhasilan orang lain itu
indah; mendamaikan hati menyejukkan jiwa.
Lalu, ijinkanlah kami untuk ikhlas mengikuti
cara-cara mereka yang mereka yang
berhasil agar kami semua sampai pada
pencapaian kami; berhasil pada bumi-Mu yang
bundar dan akhirat-Mu yang kekal. Amin.
KITA SAUDARA
Wahai Saudaraku..
Bukankah kita bersaudara?
Bukankah saudara adalah tempat
kita berbagi kasih sayang?
Bukankah kita seharusnya saling
mengerti satu sama lain?
Bukankah kita seharusnya membangun
bukan menjatuhkan satu sama lain?
Bukankah kita seharusnya saling
mengasihi bukan saling mencaci?
Wahai Saudaraku..
Kita adalah satu kesatuan, laksana
sebuah gedung yang akan dibangun.
Jika satu komponen gedung itu
rusak atau tak berfungsi, akankah
gedung itu berdiri kokoh dan gagah?
Wahai Saudaraku..
Memang terkadang dalam persaudaraan
yang kita jalin terkadang muncul
percikan api yang akan membakar sumbu
silaturrahmi dan akhirnya meledakkan
gedung persaudaraan yang kita bangun.
Lalu, apakah itu yang sebenarnya
yang kita inginkan dan harapkan?
Kita yakin bukan itu yang kita inginkan, bukan?
Jika percikan api itu sudah mulai menyulut,
segeralah kita padamkan, agar sumbu
silaturrahmi tidak terbakar habis dan
gedung persaudaraan yang kita bangun
dapat berdiri kokoh nan anggun terlihat.
Indah bukan? Lalu apalagi yang kita tunggu?
Wahai Saudaraku..
Alangkah indahnya jika gedung persaudaraan
yang kita bangun selama ini dihuni oleh
kasih sayang, kesabaran, pengertian,
senyum hangat, dan canda tawa.
Marilah kita mulai untuk memeluk dengan
penuh kehangatan kasih sayang,
berjabat tangan dengan penuh kepercayaan,
senyum manis dengan penuh ketulusan,
canda tawa dengan penuh keindahan, dan
tutur kata dengan penuh kelembutan.
Semoga kita dapat membangun gedung
persaudaraan yang kita rindukan dan
kita idamkan satu satu sama lain.
Kita adalah saudara. Love You All.
TUGAS KITA DI DUNIA
Salah satu tugas kita di dunia adalah
melayani sesama dengan tulus.
Berbagi kasih salah satu cara yang
kita gunakan dalam menjalaninya.
Masih segar dalam ingatan pepatah
yang mengatakan "sebaik-baik manusia
adalah yang berguna bagi manusia
yang lainnya".
Seorang guru melayani muridnya,
seorang agamawan melayani umatnya,
seorang pegawai melayani atasannya,
seorang pengacara melayani client-nya,
seorang dokter melayani pasiennya,
seorang customer-service melayani pembelinya,
dan masih banyak lagi yang lainnya.
So, marilah kita berusaha untuk ikhlas
mengemban tugas kita di dunia ini
untuk melayani sesama dengan tulus.
Dengan begitu, kita akan dimanjakan
dengan kehidupan yang harmonis nan
penuh kebaikan dan kasih sayang. Amin.
TEGASKAN DIRIKU, RAB
Ya Rab...
Maaf jika diriku ini belum mampu
untuk bersikap tegas pada yang
hal yang benar yang Kau ridhoi.
Sering kali kacamata dunialah
yang acap kali aku gunakan untuk
menentukan hal yang baik bagiku.
Ya Rab...
Inilah aku, manusia yang tak kunjung
sempurna walau selalu ku kejar itu.
Akulah dia yang terkadang imannya
bertambah namun sering kali berkurang.
Ya Rab...
Deras bisikan kegelapan yang menuntunku
untuk berjalan pada trek yang membuatku
menjadi jauh dari jalan-Mu yang indah.
Dalih kasih sering kali ku depankan atas nama
hak asasi ataupun prikemanusiaan.
Ya Rab...
Kesempurnaan adalah pencapaian akhir
dalam hidupku. Namu, akupun sadar
bahwa takkan pernah sampai diriku pada
kesempurnaan yang aku idam-idamkan
karena kesempurnaan adalah milik-Mu.
Ya Rab...
Berusaha, itulah cara terbaik yang bisa
aku lakukan untuk menjadi yang lebih baik
di sisi-Mu agar aku bisa menjadi kekasih-Mu
yang selalu kau rindui keberadaannya.
Ya Rab...
Bantulah aku dalam penegasan diri ini
untuk berpihak pada apa yang Kau
ridhoi agar aku tidak keluar dari jalur
yang telah kau sediakan bagiku. Amin
Langganan:
Postingan (Atom)