Senin, 08 November 2010

TANGISAN KEKASIH KECIL

Wahai Kau yang Maha Pengasih...

Aku, kekasihMu yang kecil ini,dulu terlalu sering mengabaikan perintah-Mu
lebih sering melayani yang kau Murkai dan seharusnya menjadi musuh bagiku.
Keegoisan, amarah, keterikatan terhadap nafsu, telah membuat kekasihMu yang kecil ini merasa 
menjadi sangat hina dimata-Mu.
Malu untuk menengadahkan tangan dan meminta kepada-Mu walau ku yakin tak akan Kau permasalahkan itu.
Malu untuk menunjukkan muka dihadapan-Mu karena buruklah sebenarnya rupa wajahku.
Malu untuk membawa hati yang sudah kotor ini ke tempat-Mu karena dulu Kau memberinya dengan kejernihan, kebeningan, dan kesucian tiada tara.
Kealpaanku dimasa lalu cukuplah bagiku sebagai cambuk hukuman bagi diriku sendiri.

Wahai Sang Maha Pengasuh...

Kini aku sedang berusaha untuk selalu berada pada jalan-Mu.
Ku sadar bahwa segala apa yg ku lakukan dahulu akan berdampak pada kehidupanku saat ini.
Maka, kan ku terima segala ujian dan cobaan dari-Mu. Namun, ku berharap bahwa Kau memberiku kekuatan, kesabaran, dan ketabahan untuk menjalani dan melewati segala ujian yang Kau berikan.
Tak ingin lagi diri ini kembali pada kenestapaan jiwa yang tak pernah sedikitpun membuatku tenang.
Kesemuanya itu dulu hanyalah kesenangan yang tak kan pernah abadi dan tak membuatku menjadi kekasih-Mu yang haqiqi.

Duhai Sang Penyayang...

Sayangilah kekasih-Mu yang kecil ini, jangan kau biarkan dia terjatuh lagi.
Besar harapanku agar tetap berada dijalan-Mu karena hanya pada jalan itulah
akan ku rangkul kesenangan abadi yang Kau ciptakan.

Kekasih Kecil-Mu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar